Saturday, 15 April 2017

SOLO TRIP TO SOLO #1

Credit: Pinterest
If love is enough, why do we need solo trip? Ehe.
Sebagai manusia yang mudah terserang mager syndrome alias males gerak ke mana-mana, saya termasuk jenis manusia yang jarang jalan-jalan alias kurang piknik. Apalagi berperan menjadi anak rantau di kota yang nggak besar-besar amat. Selaku anak kosan yang selalu merindukan liburan dan kampung halaman, maka sempurnalah hari-hari gabut saya. Saya hidup dengan schedule yang gitu-gitu aja; ngampus, nugas, scroll temlen, kangen, masak, makan, ngopi di kafe(kalo punya duit, atau bikin kopi tubruk sendiri), tidur, buang hajat, repeat. Fortunately, saya sanggup bertahan dan terus bersyukur dengan aktivitas tersebut. Tapi tak dapat dipungkiri, saya pun manusia biasa yang mudah bosan.

Jadi, saya mikir keras untuk mencari jalan keluar dari kebosanan ini. Setelah googling, membaca berbagai macam artikel, sampai mencari tutorial anti-suwung di youtube, saya menemukan jawaban yang mungkin saja bisa menyelamatkan saya dari syndrome kurang piknik: Solo trip!