Saturday, 8 September 2018

(Saya) Kapan Wisuda?

(credit: https://cabinetpsihologsibiu.wordpress.com)

Janjian dengan dosbing lagi.
Ngetik lagi.
Ngedit lagi.
Ngantuk lagi.
Lanjut ngetik lagi.
Ngecekin hape lagi.
Ketiduran lagi.
Bangun lagi.
Ngedit lagi.
Ketiduran lagi.
Siap-siap ke kampus lagi.
Ngeprint lagi.
Nunggu dosbing lagi.
Diselak orang lagi.
Nunggu dosbing lagi.
Bengong lagi.
Masuk ruang dosen lagi.
Bimbingan lagi.
Revisi lagi.
Sumpek lagi.
Pulang kos lagi.
*ambil napas*

Wednesday, 18 July 2018

HOW TO STAY CALM WHEN REALITY HITS YOU SO HARD


“Sometimes we create our own heartbreaks through expectations.” – anonymous

I don’t know the author of those words but it seriously can relate into my whole life (maybe for you either). Saya bisa bayangkan kekecewaan-kekecewaan itu mencuat dari kepala saya yang overthinking. Kemudian mereka menyapa saya untuk mengingat kembali soal rasa sakit dan pedihnya punya mimpi dan harapan. Tampaknya memang sudah jadi keniscayaan bahwa manusia ialah makhluk yang sepanjang hidupnya tak pernah berhenti berharap dan pupus oleh harapannya sendiri.

Barangkali begitu cara Tuhan menunjukkan betapa manusia tidak pantas bersombong diri atas rencana dan harapannya.

Monday, 7 May 2018

Wednesday, 24 January 2018

ATAP BREW AND FRIED: KEDAI KOPI NYAMAN UNTUK SEMUA KALANGAN (2/2)

Pilih sendiri kopi yang kalian mau.
Jika saya datang ke kedai ini, seorang barista dengan sangat ramah akan langsung menawarkan single origin terbaru yang ia miliki. Sambil menjelaskan detail rasa pada tiap kopinya, aroma, body, dan jenisnya. Lalu ia segera merekomendasikan kopi yang tepat untuk saya. Setelah itu saya duduk tenang sambil menunggu kopi disajikan di meja saya. Meskipun saya paling suka minuman espresso base, tapi jika saya sudah tiba di kedai ini memang tidak bisa tidak pesan manual brew coffee. Ya sayang saja rasanya kalau jauh-jauh pulang kampung tapi mencoba kopi buatan mesin juga ‘kan? Rasa kopi dari manual brew yang “manusiawi” tak pernah gagal membuat saya jatuh hati.

Tuesday, 23 January 2018

ATAP BREW AND FRIED: MIMPI KOSONG YANG TERWUJUD (1/2)

ATAP Brew and Fried
Apa yang terlintas pada benak kawan-kawan ketika singgah ke Cepu “Kota Minyak”? Kuliner khas, oleh-oleh, kultur, atau tempat wisatanya? Bagaimana bila singgah lalu menjelajah tempat ngopi di Cepu?

Saya pernah janji pada kawan-kawan untuk menceritakan salah satu kedai kopi favorite saya di kota ini. Maka, biarkan saya menepati janji saya menceritakan tempat untuk wisata ngopi bagi kawan-kawan yang mendambakan suasana ngopi yang ajib.

Thursday, 18 January 2018

CEPUBACABUKU: METAMORFOSA RUMAH BACA PERTAMA DI CEPU 2/2

Rumah baca Cepu Baca Buku di Nglajo
Tidak. Saya tidak jadi mengencani penggagas CEPUBACABUKU. Terima kasih untuk tidak berpikiran macam-macam tentang saya.
There are two types of people. Pertama, yang bahagia karena uang. Kedua, yang bahagianya nggak ada kaitannya dengan uang.”

Kalau kawan-kawan datang ke Cepu, tidak jauh dari Kolam Renang PPSDM Migas, masuklah terus ke sebuah gang, dari Mushala Al-Kautsar belok kiri sekitar 20 meter kalian akan melihat sebuah rumah yang teduh. Di sanalah rumah baca CEPU BACA BUKU berada.

Mbak Indah sedang melatih anak-anak menari ketika saya sampai di rumahnya, ramai dan hangat. Sebuah rak buku besar dan beberapa box berisi buku berjajar di bawahnya. Beberapa buku ditumpuk belum tertata rapi seperti yang lainnya. Atau belum mendapat tempat di rak lebih tepatnya.

Wednesday, 17 January 2018

CEPUBACABUKU: RUMAH BACA PERTAMA DI CEPU (1/2)

Penggagas Cepu Baca Buku: Indah Salimin

“Saya di ibukota sibuk mencari segala sesuatu yang entah apa. Tetapi malah tidak melakukan sesuatu yang bernilai untuk kampung saya sendiri.” – Indah Salimin

Ada sebuah kota—kecamatan—di ujung Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur dan dipisahkan oleh Sungai Bengawan Solo: Cepu “Kota Minyak”, begitulah kota ini dikenal. Kota yang mempertemukan saya dengan salah satu orang cerdas penggagas rumah baca pertama di kota ini: Mbak Indah Salimin.