Tuesday, 17 January 2017

#15 Kereta


Credits: Pinterest
Kalau duduk pada nomor kursi yang salah atau tidak sesuai dengan tiket, kita pasti ditegur petugas. Lalu diminta pindah sesuai nomor kursi pada tiket yang kita kantongi. 

Salah satu prasyarat melakukan perjalanan dengan kereta api adalah memiliki tiket. Kalau tak ingin kehabisan tiket pada hari H perjalanan, mestinya jauh-jauh hari kita sudah persiapkan diri untuk memesan tiket tersebut. Bersyukurlah kalau perjalananmu ditemani beberapa kawan atau sanak saudara. Jadi ada kemungkinan perjalananmu tidak penuh kecanggungan.

Tapi aku bicara tentang perjalanan seorang diri dengan kereta api. 

Kereta api punya sistem dan agen-agen yang dapat memudahkan kita untuk mendapatkan tiket kereta. Ada aplikasi-aplikasi khusus untuk memesan tiket bahkan pada H-100 keberangkatan. Dengan begitu, kita bisa rencanakan perjalanan yang akan ditempuh dengan kereta yang kita mau.

Jika tiket sudah di tangan, semua barang yang dibutuhkan sudah dikemasi dan siap berangkat, segeralah menuju stasiun sebelum kereta datang. Pokoknya jangan sampai lalai kalau tak ingin ketinggalan kereta. Sebab tak ada yang bisa kita lakukan meski semenit saja terlambat datang. Jangan berpikir bahwa kereta akan berbaik hati menunggu atau mengampuni kelalaian kita. Kereta tak punya perasaan-perasaan semacam itu. Jadi kalau terlambat, siap-siaplah menerima: keretamu sudah jalan, bersama penumpang-penumpang lainnya yang datang tepat waktu. Meninggalkanmu

Oke, kalau sudah melalui boarding pass, kereta datang, segeralah naik dan mencari tempat duduk sesuai nomor kursi di display tiket yang kita miliki. Betapapun repot dan jauhnya gerbong yang memuat nomor kursi kita, usahakan untuk tetap duduk sesuai aturan. Jangan terlena pada gerbong yang sepi, lantas main duduk saja di "kursi orang lain".

Credit: Pinterest

Padahal setelah melalui dua sampai tiga stasiun, biasanya ada pemeriksaan tiket. Percayalah padaku, sejak awal kalau duduk di kursi yang benar, maka perjalanan kita selama di kereta tak akan terganggu oleh petugas yang meminta kita pindah sesuai nomor kursi.

Tapi selama perjalanan, kita juga harus tahu diri dengan menaati aturan yang berlaku di kereta. Jangan merokok, tidur di lantai, membuat keributan, atau membawa senjata tajam. Jangan! Ingatlah bahwa kita sedang melakukan perjalanan dengan banyak orang dan beragam stasiun tujuan.

***

Kukira jodoh juga akan seperti itu. Kita bisa sebaik mungkin mempersiapkan diri untuk perjalanan dengan kereta api sampai ke stasiun tujuan kita. Menginginkan fasilitas seperti yang kita mau dan sesuai tiket yang dipesan. Ekonomi, bisnis, eksekutif. Bebas. Asal sesuai prosedur dan prasyarat terpenuhi.

Tapi bukankah kereta api juga tak punya fasilitas yang membebaskan penumpangnya untuk memilih duduk dengan siapa(?)

Sama halnya dengan kehidupan, bukan? Pada bangku-bangku gerbong kereta yang berhadapan, orang-orang datang dan pergi silih berganti. Sesuai tujuannya masing-masing. Kita juga begitu kan? Dalam hidup ada tujuan yang mesti dicapai, ada aturan dan norma yang mesti dihormati dan dilaksanakan, ada jeda seperti berhentinya kereta pada stasiun-stasiun sebelum sampai pada tujuan akhir perjalanan. Kalau dapat kawan yang menyenangkan sepanjang perjalanan, banyak-banyaklah bersyukur. Sejak awal kita tak bisa memilih akan bersama siapa sepanjang perjalanan hingga sampai tujuan. Kalau tujuannya sama, maka kita dapat kawan dan takkan melewati semuanya sendirian. Kalau tujuannya berbeda, tak ada hak bagi kita memaksa dia agar tetap bersama juga.

Rasanya seperti perjalanan hidup ya(?) Tak ada yang dapat memilih terlahir sebagai siapa, berjodoh dengan siapa, dan berproses seperti apa. Semua sudah diatur dan ditetapkan. Semua akan sampai pada tujuan yang telah digariskan. Jadilah penumpang yang tidak banyak tingkah. Buat perjalanan menyenangkan tanpa mengusik perjalanan orang lain.

Sekeras apapun mencoba menemukan kawan perjalanan yang menyenangkan atau sesuai dengan keinginan, pasti akan sia-sia kalau memang kenyataannya tak sesuai dengan "nomor kursi yang seharusnya".

Rezeki, jodoh, maut dan segala sesuatu yang kita sebut takdir ini sudah ada yang mengatur. Sepintas memang perjalanan dengan kereta api bagaikan perjalanan hidup kita. Tapi dalam prosesnya sendiri, aku pun bahkan menemui banyak penyangkalan.

"Kalau jodoh, pasti ketemu." - Sebuah kutipan klise yang takkan habis termakan jaman.

Jika kau juga percaya pada harapan-harapan, keajaiban, doa-doa dan segala kemungkinan di luar akal manusia, berarti kita sejalan-sepemahaman. Iya. Tuhan Maha Kuasa dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi di luar kekuatan kita. Mungkin tadi kita sama-sama meyakini hidup sesuai laju kereta dan berbagai aturannya. Tapi hidup punya banyak kejutan yang seringkali tak bisa sesuai rencana. Ada upaya, kerja keras, jatuh, bangkit, patah, pupus, tawa, bahagia, putus asa, bosan, lelah, dan berbagai kejutan serta kemungkinan dari Tuhan.

"Kita tak bisa memesan takdir, tapi kita bisa memesan ayam suwir." Ehe. *digeplak* Selalu ingat mantra ini agar kita tak terkejut saat sedang tersudut dipermainkan hidup.


#30Hari30Tulisan
#15 

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah menanggapi postingan di atas!