Monday, 22 May 2017

FACTORY TOUR: TAHU SERASI BANDUNGAN

Prodi Pendidikan IPS UNNES angkatan 2014

Setidaknya sekitar satu jam dari Gunungpati, ada satu lagi tempat menarik di Bandungan yang akan sangat disayangkan kalau tidak berkunjung ke sana. Selain menjadi salah satu tujuan wisata alam yang asri nan sejuk, Bandungan punya keindahan lain yang tak boleh dilewatkan.


Beberapa minggu lalu, saya dan kawan-kawan Prodi Pendidikan IPS Universitas Negeri Semarang mendapat kesempatan mengunjungi satu tempat menarik di Bandungan. Pabrik Tahu Serasi menjadi tujuan kami. Pabrik Tahu Serasi yang diketahui telah berdiri sekitar 16 tahun lamanya ini menawarkan sensasi rasa tahu yang baru. Kami tiba di pabrik tersebut sekitar pukul 14.00 WIB bersama dua bus dan dua mobil. Ketika kami sampai, Ibu Rahayu—pengelola pabrik Tahu Serasi—langsung menyuguhkan susu kedelai hangat untuk kami semua. Rasa original dari kedelai yang masih sangat dominan memberikan kehangatan tersendiri bagi kami yang saat itu sedang duduk bersantai menikmati pemandangan Bandungan di sepanjang gazebo yang letaknya tepat di depan pabrik Tahu Serasi.
  
Kami dipersilakan masuk dan melihat pembuatan tahu secara bertahap. Ibu Rahayu membimbing kami menuju proses awal pembuatan tahu—yang ternyata memakai cara tradisional—beliau menuturkan, kedelai yang dipakai adalah kedelai impor, kedelai ini harus direndam selama dua jam kemudian dicuci bersih dan digiling sambil diberi air sedikit demi sedikit. Setelah proses penggilingan, kedelai tersebut disaring ke dalam tong besar menggunakan kain putih. Hal itu dilakukan untuk memisahkan sari kedelai dengan ampasnya.  Awalnya, kami kira ampasnya akan dibuang begitu saja, tetapi ampas tersebut juga digunakan warga untuk pakan hewan ternak warga sekitar, sebagian lainnya digunakan untuk pembuatan tempe gembus.

Setelah direbus dengan mesin uap selama beberapa waktu—saya lupa persisnya—sari kedelai itu diangkat dan ditiriskan di atas meja untuk dicetak. Sampai di sini, saya nggak habis pikir bahwa ternyata proses mencetak dilakukan satu per satu dengan tangan. THEY’VE MADE IT ALL BY HANDS!

Ibu Rahayu(kaos merah), Febsus, Jakia, and Saskia

Saya dan kawan-kawan diajari cara mencetak tahu dengan kain putih berbentuk persegi—well, I can’t find the match words to tell—dengan takaran sesuai yang diinstruksikan salah satu pengrajin, kami membuatnya semirip mungkin dan sebaik mungkin. Meskipun pada akhirnya tak ada satu pun yang berhasil mencetak tahu dengan indah dan sedap dipandang seperti tahu yang dicetak oleh  ibu-ibu pengrajin tahu di sini. Hehehe. Hehe. He. But it’s ok, we’ve tried as well as we canngeles.  :p


By the way, kami diijinkan mencicip tahu yang belum dicetak itu lho! Indeed. I wonder how those tahu can be sooooo delicious! *mata berbinar binar* 😍
 
 
Tahu yang sudah dicetak kemudian ditata di sebuah papan yang dilapisi aluminium dan ditimpa dengan beban seberat 50 kg untuk menghasilkan tahu yang kenyal dan padat. 
Tahu yang sudah dicetak dan siap ditimpa beban hidup



Tahu ditimpa beban seberat 50kg

Sampai kadar airnya sedikit, tahu ditiriskan beberapa waktu dan langsung dikemas untuk dipasarkan. Tahu Serasi dipasarkan di area sekitar Bandungan, Semarang dan bahkan Surabaya. Tahu Serasi tidak menggunakan bahan kimia dan pengawet, jadi kelayakan konsumsi berkisar tiga hari sampai seminggu—jika disimpan di lemari pendingin. Inilah mengapa penjualan Tahu Serasi hanya dapat memasuki pasar-pasar tradisional atau beberapa restoran di sekitar Bandungan.
TAHU SERASI SIAP DIPASARKAN!
Soal harga, jangan khawatir! Harga Tahu Serasi segar—yang dibeli langsung dari pabrik—hanyalah Rp.10.000,- saja! Sebagai anak kosan yang menjunjung tinggi prinsip ekonomi setiap harinya, tentu saja ini adalah harga yang super terjangkau—dan nggak bikin dompet nangis :’). Ayolah, hanya dengan uang Rp.10.000 kita bisa merasakan gurihnya tahu serasi yang cocok untuk pendamping nasi, atau dijadikan camilan hangat-hangat, apalagi ketika musim penghujan mulai mendekat.

Kita bisa membeli Tahu Serasi langsung di pabriknya, atau di pasar-pasar tradisional sekitar Bandungan. Sedikit tips dari saya, kalau kawan-kawan membelinya langsung di pabriknya, selain tahu yang disajikan jauh lebih segar, kawan-kawan juga bisa nongkrong-nongkrong cantik di gazebo atau taman bermain yang ada di depan pabrik dengan pemandangan indah Bandungan dan kesejukan nan syahdu. Aihsedaaap!

***

Kami pulang dengan membawa sepaket Tahu Serasi, tempe, dan susu kedelai yang—jujur saja—langsung saya coba setelah sampai di indekos. Nih saya beri bocoran resep asoy memasak Tahu Serasi di indekos—dengan bumbu seadanya dan keahlian memasak seikhlasnya huhuhu.

Alat dan bahan:
1. Minyak goreng secukupnya 
2. Tahu Serasi
3. Tepung bumbu Sajiku (optional)
4. Telur ayam (optional)
5. Alat penggorengan
6. Piring dan mangkuk
7. Saus/kecap

Cara memasak:
1.Niat dulu, biar afdhal dan masakannya berfaedah—haha apaan sih;
2.Tahu Serasi dicuci dulu(disirami air saja cukup);
3.Nyalakan kompor dan panaskan minyak di wajan/penggorengan;
4.Tuangkan bumbu Sajiku/masukkan telur ayam di mangkuk secukupnya(menyesuaikan dengan jumlah Tahu Serasi yang ingin dimasak), tuangkan air di dalamnya dan aduk hingga bercampur rata;
5.Masukkan beberapa potong Tahu Serasi yang ingin digoreng ke dalam bumbu Sajiku yang sudah dilarutkan dengan air;
6.Masukkan satu per satu Tahu Serasi yang sudah dibumbui ke dalam wajan penggorengan;
7.Goreng Tahu Serasi hingga berwarna kuning keemasan, lalu angkat hingga kadar minyaknya berkurang dan tiriskan.
8.Sajikan di piring bersama saus/kecap sesuai selera. Syukur-syukur kalau bisa bikin beragam sambal;
9.Tahu Serasi a la kadarnya siap disantap!
10.Bersyukurlah karena berhasil membuat Tahu Serasi goreng asoy.
  
Hello, gorgeous.. Come to mama~
(Btw, ini masakan Vera. Punya saya lupa belum difoto. Jadi langsung habis tanpa sisa. Hehe)

Jadi, begitulah serangkaian Factory Tour kami di Tahu Serasi Bandungan dengan bonus resep Tahu Serasi goreng asoy dari saya. Jangan lupa bilang terima kasih. Barangkali kawan-kawan juga punya cerita menarik tentang Tahu Serasi atau punya resep lain yang agak waras untuk mengolah Tahu Serasi menjadi sajian menarik lainnya, silakan berbagi di kolom komentar ya! *kecupjauh*

Admin dan tim kreatif Blog Autumn.
(Frishana, Jakia, Vera, Adef) 

Written by: Az-Zakia Sukma Maharani
Edited by: Adefyanti Dwi Indah Fathonah
Photo by: Frishana Selaksa Ulul Azmi and Annisa Udtavia Verawati.


5 comments:

  1. Wah asik banget kalo pas lagi dapet kayak gini dari kampus ya. Gue juga dulu pernah ke pabrik gitu, tapi hasilnya malah ngerecokin doang. Muahahaha. \:p/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, iya nih. Lumayan dapet stock makanan. :p
      Namanya juga belajar, wajar kalo tanya-tanya sampe ngrecokin. wkwkwk

      Delete
  2. tokonya untuk pemasaran produkny dimna aja kakak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maen ke cimory kak, atau sekitar Bandungan banyak.

      Delete
  3. wah enak nih, jadi pengen :(

    tapi sy dulu di kampus gak ada kegiatan ginian hhe..


    thank you sering datang ke blog sy disaat gak ada yang dtg lagi hha..
    blogmu rapih ringan bagus isinya.. keep up the good work ya!

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menanggapi postingan di atas!