Tuesday, 10 January 2017

#8 My Another Crush: Kopi Tretes!


Here you are :*

Jujur saja, saya mengenalnya dari obrolan ringan di sebuah group chat melalui aplikasi WhatsApp kelas. Sesuatu yang saya sebut sebagai salah satu keindahan dunia ini pernah saya bahas di postblog tempo lalu. Awalnya seorang kawan—Sri Puji Lestari—merekomendasikannya untuk saya. Tanpa pikir panjang, karena saya orang yang sangat spontan untuk hal-hal semacam itu, maka saya langsung membuka personal chat dengan Sri Puji Lestari. Dia memberikan gambaran tentang hal itu dan seketika langsung membuat saya jatuh cinta. 



***

Begitu melihat foto yang dikirimkan oleh Sri Puji Lestari—SPL sapaan akrabnya—melalui watsap, saya segera memintanya untuk memesankan satu bungkus untuk saya. Ia langsung mengiyakan permintaan saya. Beberapa hari kemudian ia mengabarkan bahwa “salah-satu-keindahan-dunia-ini” telah sampai dan akan segera diantar ke indekos. Saya bukan main senangnya *mataberbinarbinar*.


Well, perkenalkan... keindahan itu bernama Kopi Tretes dari Pati. Kopi ini adalah salah satu jenis kopi lokal dari daerah asal SPL. Begitu kopi ini saya terima, saya segera mencoba keesokan paginya. Bodohnya, saya mencoba terlalu pagi dan sebelum ada satu pun makanan masuk di perut saya. Alhasil, maag kumat dan perih bukan main. Kebodohan ini sungguh merepotkan. 


Credit: Pinterest


Pada hari berikutnya, saya mencoba lagi kopi ini dengan keadaan yang berbeda. Suatu sore di teras depan rumah, setelah hujan deras mengguyur kota Cepu, secangkir kopi tretes telah tersaji indah di atas meja. Nah, setelah saya menuangkan air ke dalam gelas berisi bubuk kopi tretes, aroma kopi tretes yang khas cukup mengundang tanya orang rumah—keluarga saya—karena sempat menggoda penciuman mereka. 


Kopi tretes yang saya nikmati ini diproduksi di Desa Jepalo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah oleh mas Agus Surono dan kawannya. Kopi tretes sendiri merupakan produk yang baru dirintis dan pasarannya pun masih belum seperti kopi-kopi single origin yang sudah banyak dikenal dan digandrungi berbagai penikmat kopi. Ada dua size kemasan kopi tretes ini; untuk yang berukuran besar memiliki berat bersih 250 gram, sedangkan untuk yang ukuran kecil dikemas dalam satu plastik bening dan berisi 14 kopi berbungkus plastik zipper(plastik klip) kecil. Untuk kopi yang berukuran besar dibanderol Rp.25.000, sedangkan untuk kopi yang berukuran kecil seharga Rp.7.000.


Ada deskripsi produk di dalam kemasan kopi tretes ini, seperti nama produk, tempat produksi, cara produksi, dan owner dari kopi tretes. Jika berdasarkan deskripsi yang ada di dalam kemasan produk, kopi tretes ini digiling dengan cara tradisional artinya karakter asli dari kopi ini pun tidak pudar. Seperti yang saya sampaikan bahwa pembuatan kopi ini terletak di Desa Jepalo. Di sudut kanan bawah ada nomor dari owner kopi tretes yang dapat dihubungi sehingga memudahkan pelanggan jika hendak memesan.


By the way, setelah saya memaparkan hal-hal yang tampak pada kopi tretes, ada beberapa hal yang kurang dari kopi ini. Hanya beberapa.

▶ Kemasan. Pepatah mengatakan don’t judge a book by its cover. Tapi panca indra yang paling rewel memang pelihatan atau mata. Saya berharap packaging dari kopi tretes bisa lebih greget dibanding yang sekarang. At least bisa lebih catchy di mata dengan permainan desain dan warna yang lebih fresh. Sebenarnya, inti dari poin ini biar instagramable aja. Hihihi 
Kemasan kopi tretes

▶ Deskripsi produk. Saya rasa dari kemasan yang terlihat, deskripsi produk dapat dibuat agar lebih detail dan lebih tampak. Ini kaitannya dengan font dan font size itu sendiri. Karena jujur saja, saya bahkan baru menyadari jika ada deskripsi produk setelah berkali-kali melihat kemasan. Ini juga berlaku untuk kontak owner yang dapat dihubungi. 


▶ Media pemasaran. Sayang sekali, media informasi dan komunikasi terkait kopi tretes sangat terbatas. Cause I didn’t find it in instagram :'( Dan saya baru tahu ada kopi ini pun karena rekomendasi kawan saya.



Nah, hal-hal lain yang menarik dari kopi tretes ini adalah:
▶ Aroma. Setiap kopi memiliki aroma dan karakter rasa yang beragam. Begitu pun kopi tretes. Aroma kopi ini begitu kuat, barangkali karena dibuat dengan cara tradisional. Entahlah. Tapi aroma kopi ini sukses membuat saya jatuh cinta.

▶ Jenis kopi. Saya masih merasa dan mengira dengan insting sok tahu bahwa kopi ini merupakan salah satu jenis robusta. Sebab karakter pahit yang lebih dominan di lidah saya ketimbang karakter asam yang dihasilkan. FYI, saya adalah penggila robusta garis kerasssshh ehehehe 💞

▶ Warna. Saya juga jatuh cinta dengan warna yang dihasilkan kopi ini. ia tidak terlalu gelap, dan tidak terlalu terang. Warna kecokelatan kopi yang menawan. 
Perfection, ehe 😄


▶ Karena rekomendasi kawan saya,tentu saja. 

Nah, untuk kawan-kawan yang barangkali ingin tahu bagaimana sensasi kopi tretes, silahkan langsung kontak owner-nya langsung melalui WhatsApp, 082221004884 (Agus Surono). Atau juga bisa kontak saya melalui kolom komentar di bawah ini, e-mail, atau twitter saya, nanti akan saya kabarkan kepada kawan saya atau langsung ke mas Agus Surono.

Rate: ★★★☆☆ 3/5

P.S Kalau ada rekomendasi kopi lagi, beritahu saya ya. Please contact me!  ✨

#30Hari30Tulisan
#8

0 komentar:

Post a Comment

Hai! Beritahu aku kalo kamu udah baca post ini ya! Thank's! =)