Tuesday, 3 January 2017

#1 Tanya


Bagaimana kau terlahir?

Bagaimana kau bisa ada di dunia ini?

Bagaimana kau terselamatkan?

Kurasa ada banyak pertanyaan yang sering kutanyakan pada diriku sendiri. Aku seringkali berpikir bahwa di dunia ini sebenarnya kita semua terlahir untuk bertanya tentang banyak hal dan menjawab tentang banyak hal juga. Apa saja? Entahlah.

Kita tidak mungkin bertanya segala rahasia tentang dunia ini yang begitu banyak demi memuaskan penasaran kita. Atau menjawab berbagai hal tentang dunia ini dengan pengetahuan kita yang sangat terbatas pula. Tapi setidaknya kita punya satu. Satu pertanyaan. Satu jawaban.

***

How many heartbreaks have you been through before you became who you are now? – @pashatama

Aku terlahir dari berbagai macam upaya bangkit dari patah hati. Aku yakin bahwa aku terlahir dari berbagai ekspektasi yang sebagian terwujud dan sebagiannya lagi tersudut. Aku tidak ingat bagaimana orang-orang melihatku pertama kali ketika tangisku pecah di sebuah kamar bersalin rumah sakit PKU Muhammadiyah pada 21 tahun lalu. Aku tidak ingat apakah itu fajar, panas yang terik, senja yang menawan, ataukah malam pekat ketika seorang yang kini kupanggil Ibu berhasil membuatku terlahir. Aku tidak ingat, bahkan tidak tahu bagaimana Ibu menunggu kelahiranku.

Wanita ini—yang sekarang kupanggil ibu—adalah wanita yang hatinya telah patah berkali-kali tapi berhasil bangkit. Aku yakin ada banyak kesedihan yang tidak terucap ketika kupandangi kedalaman matanya. Dari sana, sebuah kesedihan paling dalam bersemayam pelan-pelan menampakkan diri seiring aku tumbuh dan mulai mengerti. Kenyataan-kenyataan yang tak pernah kusadari mulai bermunculan di hadapanku memperkenalkan diri. Kusebut mereka: patah hati.

Kenyataan yang selalu lebih pedih dari perkiraan, keyakinan yang ternyata seringkali membodohi bahkan mengkhianati, luka yang kian lama menganga lebar tanpa penawar, rindu yang kian meradang tanpa temu, kesempatan yang terbuang oleh sebab ego dan keterlambatan, dan cinta yang hadirnya bergaun duka. Patah hati apa lagi yang belum kusebutkan?

Dari berbagai macam upaya bangkit dari patah hati, Ibu adalah orang paling tangguh yang pernah kutemui. Usapnya yang teduh selalu membuatku tersadar bahwa bagaimanapun dunia mempermainkan hidupku, selalu ada jalan keluar. Selalu ada kemungkinan bahagia yang sesungguhnya.

***

Aku berdiri dibalik tirai kamar ibu. Sudah lewat tengah malam semenjak ayam-ayam tetangga mulai berkokok bersahutan. Di depan kamar ibu, aku hanya berdiri sambil memegang segelas air dingin. Ibu duduk bersila memegang tasbih dengan mulut yang terus merapal doa. Beberapa nama mungkin telah disebutkan sebelum aamiin yang panjang. Dari sini aku memandangi segala kesedihan dan duka ibu yang bersemayam di kedalaman matanya mulai menampakkan diri, mengerubuti ibu. Dari sini aku juga mengenal darimana kekuatan besar berasal, ketika segala masalah kian parah, dan patah hati menggerogoti, ibu dan tasbihnya tak pernah tumbang barang seinchi. Dari sini aku mengerti betapa senyum ibu yang sesungguhnya adalah melihat kami semua tumbuh dewasa setelah berjuang keluar dari rahimnya, melihat kami tertawa bahagia ketika memeluknya, dan melihat kami yang mulai mengerti bahwa hidup tak hanya berakhir di dunia ini.

Bagaimana kau terlahir?

Aku terlahir dari berbagai upaya bangkit dari patah hati. Upaya indah ibu yang tak pernah luput duduk bersila bersama tasbih menerbangkan doa-doa. Aku terlahir dari rahim "bidadari" yang menjelma menjadi manusia yang kini kupanggil ibu. Aku terlahir dari rahim ibuku, seorang pemilik mata paling tegas dan paling teduh. Aku terlahir dari rahim ibuku, seorang yang berhasil bangkit dari patah hati dengan cara yang indah. Aku terlahir dari rahim wanita tangguh. 

#30Hari30Tulisan
Hari ke #1






13 comments:

  1. Memang begitu, terkadang aku juga suka tanya pada diri sendiri.
    Baca ini aku jadi kangen ibuku. Padahal beberapa minggu yang lalu bertemu. Tapi tetap ibu itu bisa mengerti semua tentang anaknya. Nyaman buat curhat dan membicarakan hal-hal yang aku terkadang bingung..hehe..

    Teh, ini 30 hari 30 tulisan itu memang pribadi atau ada komunitasnya gitu? #tanya #pengatahu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. #30Hari30Tulisan ini projek tulisan dari saya dan kawan saya, bisa cek di krresna.tumblr.com

      Bukan komunitas tulisan jg sih. Tp nanti di akhir tulisan ada epilog tetang projek ini. Thnx btw..

      Delete
  2. Ibu, perempuan utama dan istimewa dlm hidup kita ya. Ibuku sendiri sdh tiada. Tapi tiap kukenang beliau rasanya rindu tak terhingga. Mumpung ibu masih ada, baktikan hidup kita pada beliau 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doakan selalu. Semoga ibumu berada di tempat terbaik di surga.
      :')

      Delete
  3. Bagaimana aku lahir? Ibuku menceritakan dengan gamblang kalo aku lahir malam hari saat malam natal tiba, hari kamis pahing dalam kalender tahun sembilan tiga. Beliau tak pernah memberi batasan anaknya mau jadi apa. Dan menghadapiku dengan sabar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak igna, ini kunjungan pertamamu ya?
      Selamat datang.

      Syukurlah, semoga ibumu sehat selalu.

      Delete
  4. Siapa yang naruh bawang di postingan ini ? dalem banget kata2nya, kalau ada tentang ibu pasti aku mudah sekali terharu

    ReplyDelete
  5. Terlahir dari rahim bidadari, menjadi anak yang tegas dan tegar, dan juga selalu bangkit dari segala bentuk kejatuhan. Itu bagaimana kita terlahir. maka bersyukur lah kita karena kita lahir dari rahim bidadari :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam untuk bidadarimu, terima kasih, dia sungguh kuat dan penuh kasih sayang. Semoga selalu tegar dan bahagia juga.

      Delete
  6. Huaaaaa aku malah terhanyut bacanya saat kamu bilang ibu oh ibuuu. Pasti kita terlahir dari bidadari2 hebat ya Zakia, dan kita patut bersyukur untuk itu. Makanya mumpung ibu masih ada harus bisa bahagiain dan doain beliau terus.
    Thanks sudah diingatkan... meskipun kadang aku suka nanya2 hal2 lainnya dalam hati sih. Kok bisa ini bisa gitu wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaaii kak mei, iya nih rapuh banget kalau menyangkut tentang ibu.

      Memang banyak pertanyaan yg sering ganggu pikiran sendiri ya kak. Semoga selalu terjawab. Hihihi

      Delete
  7. Baca ini gue langsung kangen ibu. Hiks. Nasib perantauan. :(

    Hmm.. kadang sempet mikir juga, bagaimana gue terlahir dan kenapa gak inget sama sekali. Padahal pengen bgt ke momen dimana ibu dan ayah menunggu kelahiran.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah menanggapi postingan di atas!